Jumat, 06 April 2012

Dalam Kerapuhan Hati


Sering segalanya menjadi berat dipundakku, kadang terpikir untuk berlari dan menyendiri, ingin rasanya memenangkan ego, menjadi diri seperti yang ku mau, Oh Allah,, inilah kerapuhan hatiku.
Bukan karena beban itu berat, bukan karena semua itu sulit, namun semua terasa berat, semua terasa sulit, karena kerapuhan iman didadaku, kegersangan di hatiku, dosa yang tak henti terus kulakukan. Astagfirullah...
Sering terusik dengan berbagai rayuan syaitan, bahwa aku adalah aku yang bisa ku jadikan aku seperti yang ku mau,, namun ku tau, mauku tak jarang tidak terbaik untukku. Hidayahmu yang ku jemput dulu, terasa manis kurasakan, terasa tenang kujalani, namun,, saat ini aku merasa kehilangan semua itu, tak lain tak bukan, semua adalah karena DOSA.
Kadang berfikir, munafiknya diriku, berjalan di dua jalur, yang harusnya ku pilih satu saja, dan ku lalui dengan indah, namun, betapa lemahnya aku, betapa serakahnya aku, hingga keduanya kulalui tanpa ketenangan, hanya kesenangan sesaat. Sungguh Rabb, betapa tak menyenangkan semua ini, jika ku resapi..
Ditepian nanti, masihkah ada jalan pilihan untukku, hingga ku bisa memilih jalan satu saja, jalanMu, jalan terindah dengan semua kesakitan yang menjadi kenikmatan yang abadi.
Ditepian nanti, masihkah ada waktu yang kupilih, hingga ku bisa memilih waktu untuk berduaan denganMu saja.
Ditepian nanti, masihkan ada kalimat yang bisa ku ucap, hingga ku bisa mengucapakn dzikir berpanjangan hanya untukMu.
Ditepian nanti, masihkan ada untukku kebahagiaan abadi denganMu Rabbku,,
Ditepian nanti, adakah Husnul Khotimah yang kudambakan,,
Dan Apakah aku harus menunggu Nanti,,??????
Arrrrrgggghhhhh.............
Ampuni Aku Rabbi,,

(merenungi sebuah amanah besar yang kurasa berat)